Rabu, 28 April 2021

CONTOH SALAH SATU MEDIA INTERNAL

 Hai sahabat mimin, setelah kemarin kita membahas tentang pengertian juga fungsi dari media internal,

kali ini  mimin ditugaskan membuat salah satu contoh dari apa itu media,


Kali ini kelompok kami membuat Poster, yang mana akan ditunjukan kepada karyawan perusahaan.

Karena kami pemula, semoga kalian tetap suka dengan hasil karya kelompok kami.


Study kasus nya ialah, dimana PT Asia Maju Bersama mengadakan donasi tahunan dan mengajak kepada seluruh karyawanan nya dengan menggunakan poster tersebut.


Itu dia hasil karya kelompok kami, semoga kalian sukaa dan bermanfaat...



Kelompok 3 PR Writing :
1. Sindi Sagita - 193500020012
2. Siti Nurjannah - 193500050016
3. Corry Simaremare 203500040007


Referensi :

Materi ke 5 mata kuliah PR Writing



Sindi Sagita^

Fakultas Ilmu Komunikasi

Universitas Mpu Tantula

Dosen Pembimbing : Serepina Tiur Maida,S.Sos., M.Pd.,M.I.Kom


MENGENAL TENTANG MEDIA INTERNAL

 Hai sahabat mimin, 

akhir akhir ini mimin sangat sibuk dengan pekerjaan sehingga tugas banyak sekali yang deadline sangat-sangat numpuk.. sampai rasanya 24 jam itu tidak cukup.

Ditambah lagi saat ini kita juga sedang menjaankan ibadah puasa yang mana ada perubahan aktivitas buat mimin.

Kemarin kita sudah bahas tentang dasar-dasar seorang public relation, kali ini mimin mau share tentang media interal.





APA ITU MEDIA INTERNAL

Media internal adalah sebuah sarana komunikasi yang berguna untuk menyampaikan berbagai informasi kegiatan dalam sebuah lembaga. Baik pengirim maupun penerima informasi media internal ini dilakukan oleh orang dalam lembaga tersebut.


FUNGSI MEDIA INTERNAL

Fungsi Media internal ialah publikasi informasi yang tidak bisa dimuat di media komersial ataupun bisa diartikan sebagai komunikasi internal perusahan atau sebuah lembaga.

Untuk fungsi Media Internal ini menjangkau khalayak tertentu yang terkadang tidak bisa dijangkau oleh media massa komersial, seperti radio, Koran, televise.

Dengan begini organisasi pun merasa perlu untuk menciptakan serta memanfaatkan media sendiri guna dijangkau khalayaknya. Ada berbagai macam jenis-jenis hubungan media yang perlu anda ketahui juga supaya lebih paham terkait masalah tersebut.

Media Internal ini juga berfungsi untuk memberikan informasi kepada khalayak internal tentang keputusan ataupun kebijakan dari lembaga maupun perusahaan, serta menyediakan forum bagi karyawan untuk saling bertukar ide dan aktifitas sehingga bisa menaikkan moral para karyawan.


JENIS-JENIS MEDIA INTERNAL

Ada lima bentuk media internal yang disebut dengan House Jurnal. Dan berikut kelima bentuk dari Media Internal yang dimaksudkan tersebut.

1. The Sales Bulletin

Sales Bulettin atau Buletin penjualan, merupakan jenis media komunikasi reguler antara seorang sales manajer dengan salesman di lapangan.

2. The Newsletter

Newsletter atau bisa disebut juga dengan Nawala merupakan lembaran cetakan berupa pamphlet maupun surat kabar yang diterbitkan dalam waktu tertentu, dimana isi dari lembaran tersebut merupakan perkembangan dari perusahaan.

Nawala ini adalah media komunikasi yang biasa digunakan oleh seorang maupun sekelompok humas untuk memberikan informasi tentang perusahaan tempat dirinya bekerja.

Informasi yang diberikan ini bisa berupa produk yang dihasilkan, orang yang terlibat, serta informasi lain yang bisa membantu public dalam kaitanya dengan perusahaan.

Untuk pengiriman nawala ini biasanya dilakukan secara teratur dan terjadwal, dimana hal ini untuk memungkinkan pihak terkait mengetahui perkembangan informasi serta keadaan dari perusahaan yang mereka kelola.

3. The Magazine

Magazine atau majalah ini biasanya berisi tulisan berbentuk artikel, feature, gambar, serta foto yang diterbitkan setiap bulannya maupun triwulan.

4. The Tabloid Newspaper

Selanjutnya adalah Media Internal yang bentuknya tabloid, mirip dengan surat kabar popular, dan isi dari tabloid ini adalah pokok-pokok yang sifatnya penting, artikel pendek, maupun ilustrasi.

5. The Wall Newspaper

Ini adalah bentuk media komunikasi staff atau karyawan di satu lokasi pabrik, perusahaan, ataupun pasar swalayan. Untuk di Indonesia, jenis Media Internal ini dikenal dengan nama majalah dinding atau (mading) atau papan pengumuman/papan informasi.


PERANCANGAN MEDIA INTERNAL

1. Target Audiens (Pembaca)

Seperti yang kita ketahui jika Media Internal ini dirancang guna menyampaikan berita, informasi, atau pesan apapun yang bisa diterima oleh kalangan internal suatu lembaga.

Nah, karakteristik pembaca ini sendiri relative homogen karena mereka berada di dalam sebuah lembaga yang sama. Meski berbeda tempat, akan tetapi kalau masih dalam naungan yang sama bisa disebut internal juga.

Selain untuk pegawai maupun anggota dari sebuah lembaga, Media Internal ini juga bisa disampaikan kepada investor, mitra usaha, konsumen, masyarakat, pemerintah, maupun tokoh yang berpengaruh atau opinion leader.

2. Kuantitas

Oplah atau jumlah media internal yang akan dicetak. Untuk kuantitas ini menjadi salah satu pengaruh media sosial dalam komunikasi yang harus dipertimbangkan dengan baik, karena ini juga akan berpengaruh terhadap kualitasnya.

3. Frekuensi

Frekuensi ini adalah jadwal terbit dari media tersebut, apakah setiap minggu, bulan, tiga bulan, atau bahkan juga pertahun. Jika banyak berita yang harus disampaikan, maka untuk frekuensi terbit dari media internal ini umumnya dilakukan setiap bulan, dibagikan bersamaan dengan waktu gajian.

4. Kebijakan Redaksi

Sesuai namanya, dalam hal ini adalah memberikan ketepatan mengenai apa saja yang boleh dipublikasikan di Media Internal tersebut. Secara teknis, menurut Rosadi Ruslan dalam penulisan media kehumasan adalah sebagai berikut:

Persiapan dalam mengerjakan tulisan, gaya bahasa, mengangkat topik yang dibahas, serta merancang tujuan publikasi

Akurasi: Keakuratan informasi publikasi yang bisa dipercaya

Bahasa yang digunakan

Kalimat aktif, gaya penulisan yang enak dibaca, gaya bahasa formal, kosa kata yang digunakan harus padat dan singkat

Ekslusifitas dan relevansi : dalam produk publikasi harus mengandung hal penting serta terdapat hubungan tertentu bagi kepentingan perusahaan

Latar belakang penulisan : pelengkap atau memiliki manfaat untuk menunjang informasi

5. Tim Redaksi

Tim redaksi merupakan orang-orang yang bertugas untuk mengelola media internal itu sendiri, mulai dari pimpinan redaksi (manajer humas ataupun kepala bagian) hingga reporter serta fotografer. Ketahui juga terkait tahapan proses manajemen penerbitan yang tidak bisa dilakukan sembarangan juga.


JENIS TULISAN MEDIA INTERNAL

Untuk jenis tulisan di media internal ini pada umumnya masih sama dengan media komersial, diantaranya:

1. Berita

2. Feature (Karangan Khas)

3. Laporan mendalam, biasanya hal ini menjadi tema ataupun laporan utama

4. Artikel opini

Mungkin cukup sekian dulu ulasan tentang media internal, semoga apa yang disampaikan  bermanfaat dan menambah wawasan kalian, kurang lebih yang mimin tangkep dari pembahan dosen sebagai berikut.


Referensi :

Materi ke 4 mata kuliah PR Writing



Sindi Sagita^

Fakultas Ilmu Komunikasi

Universitas Mpu Tantula

Dosen Pembimbing : Serepina Tiur Maida,S.Sos., M.Pd.,M.I.Kom


Minggu, 18 April 2021

DASAR-DASAR PUBLIC RELATIONS WRITING

 Hai sahabat mimin, kemarin mimin share beberapa materi mengenai tugas seorang PR.

Nah sekarang mimin bakal share tentang dasar-dasar dari PR Writing....



Pakar PR Senior yaitu Wisaksono Noeradi mengatakan bahwa 70% kegiatan dari komunikasi public relations ialah menulis, sisanya kegiatan komunikasi lainnya.

Dan menulis bukanlah bakat dari lahir melainkan proses belajar, jadi tidak ada yang tidak mungkin dengan kita terus belajar dan mengasah cara menulis kita maka lama kelamaan kita akan menjadi terbiasa dan bisa.

Karena kita seorang PR maka sebagian besar tulisan kita ialah berita.

Fraser P. Seitel mengatakan bahwa menulis ialah kunci seorang public relation meskipun saat ini adahal era komputer.

PROSES DASAR MENULIS

Menulis adalah sebuah proses menghasilkan karya tulis.

Ada 3 tahap menulis :

1. Perencanaan (Planning)

- merumuskan maksud dan tujuan meulis

- memnetukan tulisan untuk mata atau telinga

- menentukan pokok pikiran

- menganalisa khalayak orang yang menjadi sasaran pesan, dan

- menetapkan media.

2. Penulisan (Organizing & Composing)

Tahap penulisan merupakan implementasi hal-hal yang ditetapkan pada tahap perencanaan.

Penulisan menentukan corak penulisan, didasarkan pada cara penuturannya.

Ada tuisan bercorak Narasi (Story Telling), Deskripsi dan Argumentasi.

Pemilihan corak penulisan tergantung pada tujuan penulisan, apakah informas ataukah persuasi.

3. Evaluasi (Editing Rewriting)

Tahap ini untuk melakukan cek terhadap hasil tulisan, biasanya tulisan baru terlihat sempurna saat kita baca kedua kalinya.

KESALAHAN-KESALAHAN YANG SERING TERJADI DALAM MENULIS :

1Terlalu bertele - tele

2. Memasukan materi-materi yang tidak relevan engan tema sentral

3. Tumpang tindih informasi

4. Informasi gagasan terlalu sedikiti

SARAN :

- Biasakan membuat draft

draft dapat membantu penyusunan dan pengembangan pokok pikiran, sehingga tulisan semakin terarah, jelas, terstruktur dan mudah dipahami.


Referensi :

Materi ke 3 mata kuliah PR Writing



Sindi Sagita^

Fakultas Ilmu Komunikasi

Universitas Mpu Tantula

Dosen Pembimbing : Serepina Tiur Maida,S.Sos., M.Pd.,M.I.Kom


Rabu, 14 April 2021

Waspada Hoax tentang Vaksin

2 tahun sudah kita melewati masa pandemi Covid 19, kondisi dimana semua orang berusaha untuk tetap stabil dalam segala hal, kesehatan juga ekonomi.

Kita semua berupaya untuk bisa bertahan ditengah pandemi Covid 19 ini, pemerintahan terus memperhatikan dan menjadikan ini hal yang serius mengingat pasien Covid 19 terus meningkat dari waktu ke waktu.

pemerintah sendiri telah melakukan berbagai cara untuk memperlambat laju penyebaran virus dengan menerapkan Gerakan 3M (Mencuci Tangan, Memakai Masker dan Menjaga Jarak) dan juga vaksinasi secara bertahap.

Saat ini Vaksin untuk wabah covid-19 ini sudah mulai di temukan dan sudah mulai digunakan oleh banyak negara termasuk negara kita Indonesia.

Namun, pelaksanaan vaksinasi belum disambut positif sepenuhnya oleh masyarakat Indonesia karena vaccine hesitancy yang masih banyak di kalangan masyarakat.

Vaccine hesitancy sendiri merupakan keengganan dan ketidakpercayaan masyarakat terhadap vaksin dan imunisasi menjadi penghambat terbesar upaya melindungi masyarakat dari berbagai penyakit berbahaya yang bisa dicegah dengan Imunisasi (PD3I).

Vaccine hesitancy muncul dari banyaknya misinformasi dan informasi hoax yang beredar dan meresahkan masyarakat terkait vaksinasi ini.




Banyak masyarakat yang seringkali dengan spontan menyebarkan berita hoaks tersebut ke orang lain sehingga membuat berita menyebar dengan cepat. Banyaknya sebaran hoaks selama masa pandemi perlu terus dipantau dan dihentikan, demi melindungi masyarakat dari informasi menyesatkan, khususnya mengenai vaksin Covid-19.

Melansir SCMP, Jumat, 14 Agustus, iklan yang mengklaim menjual dua jenis vaksin COVID-19 itu telah muncul di platform media sosial WeChat. “Hubungi saya jika Anda membutuhkan vaksin virus corona," tulis salah satu iklan yang mengklaim menjual produk vaksin Sinovac Biotech.

Padahal Produsen vaksin di China telah memperingatkan orang-orang agar tak terjerat penipuan daring, di mana pengiklan mengambil keuntungan dengan menawarkan vaksin COVID-19. Padahal, saat agustus 2020 belum ada vaksin yang beredar di pasaran saat itu.

4 Kelompok yang perlu di vaksinasi ialah tenaga medis, petugas pelanan publik, Orang lanjut usia, dan penderita penyakit kronis yang dimana mereka akan diutamakan untuk di berikan vaksin, namun tetap mengecek kesehatan dari tubuh kita sebelum kita menerima vaksin covid-19. Dan karena adanya iklan yang beredar di sosial media tentang penjualan vaksin, ini sangat perlu kita perhatikan karena akan sangat beresiko jika kita sembarangan mengambil tindakan untuk vaksin via iklan-iklan yang tidak bisa kita pastikan kebenaran nya.




Salah satu vaksin yang masuk ke Indonesia ialah Vaksin Corona AstraZeneca, Vaksin ini yang menuai banyak perbincangan di media maupun masyarakat karena ada efek samping yang telah di alami penerima vaksin ini yaitu Akibat laporan pembekuan darah langka pada otak pasca-vaksinasi vaksin tersebut, beberapa negara, termasuk Perancis, Jerman, dan Belanda, telah menangguhkan penggunaan vaksin AstraZeneca pada orang muda, sementara penyelidikan BPOM Eropa terus berlanjut. Namun di Indonesia sudah menyatakan bahwa Vaksin ini aman dan sudah mulai digunakan.




Media sosial Facebook juga telah mendapatkan kritik dari anggota parlemen dan peneliti di Amerika Serikat karena membiarkan informasi yang salah tentang vaksin Covid-19 menyebar di platformnya. Merespons kritik tersebut, perusahaan mulai melabeli unggahan baik gambar maupun tulisan tentang vaksin.

Jangan ragu dan takut, ayo dukung program Vaksinasi Covid-19, jangan percaya hoax yang beredar, pastikan terlebih dahulu informasi yang diperoleh benar dengan mencari tahu siapa sumber dan penyebar informasi atau pemberitaan tersebut, memeriksa fakta pada ahli atau sumber resmi dan melakukan klarifikasi, sebelum mempercayai serta menyebarkannya.


Sindi Sagita^


Universitas Mpu Tantular



Dosen Pembimbing : Serepina Tiur Maida,S.Sos., M.Pd.,M.I.Kom

Selasa, 13 April 2021

Mengenal Tugas Seorang Public Relation

 Hai kembali bersama mimin,

Kemarin kita sudah bahas tentang PR Writing yang dimana seorang Public Relation wajib memiliki kemampuan menulis, nah kali ini mimin akan tambahkan tugas seorang Public Relation selain dalam bidang menulis.

Seperti yang kita ketahui Public Relations adalah jenis pekerjaan yang biasanya mengurus segala hal terkait dengan komunikasi, baik dalam atau luar perusahaan. Tugas seorang PR adalah memastikan citra perusahaan di mata masyarakat tidak buruk.

Sederhana nya pekerjaan PR Dapat di singkat menjadi :

PENCILS

Apa itu PENCILS?

Pekerjaan yang biasa di lakukan seorang PR yaitu:

1. Publications & publlicity

Ialah mengenalkan perusahaan kepada publik.

Reputasi, keberuntungan, bahkan eksistensi lanjutan dari sebuah perusahaan, dapat bergantung dari keberhasilan PR menafsirkan target publik untuk mendukung tujuan dan kebijakan dari perusahaan yang bersangkutan. Seorang PR spesialis menyajikan hal tersebut sebagaimana halnya seorang penasihat dalam bidang bisnis, asosiasi non-profit, universitas, rumah sakit dan organisasi lain. Selain itu, mereka juga membangun dan memelihara hubungan positif dengan publik.

2. EVENT

Mengorganisasikan atau mengadakan event sebagai bentuk citra perusahaan.

Melakukan kegiatan Eksternal Public Relations, ini ditujukan untuk publik eksternal organisasi/perusahaan, yaitu keseluruhan elemen yang berada di luar perusahaan yang tidak berkaitan secara langsung dengan perusahaan, seperti masyarakat sekitar perusahaan, pers, pemerintah, konsumen, pesaing dan lain sebagainya

Melalui kegiatan eksternal ini, diharapkan dapat menciptakan kedekatan dan kepercayaan publik eksternal kepada perusahaan. Dengan begitu maka akan tercipta hubungan yang harmonis antara organisasi/ perusahaan dengan publik eksternalnya, sehingga dapat menimbulkan citra baik atas perusahaan dimata publiknya.

3. NEWS

Menghasilkan produk-produk tulisan yang bersifat menyebarkan informasi kepada publik, seperti press release, news letter, berita dll.

Menyelenggarakan dan bertanggung jawab atas penyampaian informasi secara lisan, tertulis, melalui tampilan visual kepada publik.

4. Community Involvement

Membuat program-program atau kegiatan yang ditujukan kepada komunitas atau masyarakat sekitar agar menciptakan keterlibatan dan keperdulian terhadap komunitas atau masyarakat.

Membina hubungan dengan komunitas merupakan wujud kepedulian perusahaan terhadap lingkungan disekitar perusahaan. Ini juga dapat diartikan sebagai tanda terima kasih perusahaan kepada komunitas. Dengan begitu menunjukan bahwa perusahaan tidak hanya sekedar mengambil keuntungan dari mereka, melainkan ikut peduli dan mau berbagi apa yang diperoleh perusahaan dari lingkungan yang merupakan milik bersama. Hubungan dengan komunitas ini seringkali diwujudkan dalam program Corporate Social Responsibility.

5.  Identity Media

Membina hubungan baik dengan media (Pers), sangat penting untuk memperoleh publitas media.Begitupun media membutuhkan PR sebagai sumber berita sebagai sarana penyebar informasi sera membentuk opini publik.

Hubungan dengan media dan pers merupakan sebagai alat, pendukung atau media kerja sama untuk kepentingan proses publikasi dan publisitas berbagai kegiatan program kerja atau untuk kelancaran aktivitas komunikasi humas dengan pihak publik. Dengan hubungan baik dengan media dan pers, perusahaan bisa mengontrol, mencegah, dan meminimalisir pemberitaan-pemberitaan negatif atau salah tentang perusahaan di media massa. Hubungan dengan pers dapat dilakukan melalui kontak formal dan kontak informal. Bentuk hubungan melalui kontak formal antara lain konfrensi pers, wisata pers (press tour), taklimat pers (press briefing), dan resepsi pers. Sedangkan bentuk hubungan melalui kontak informal antara lain keterangan pers, wawancara pers, dan jumpa pers (press gathering).

6. LOBBYING

PR akan selalu melakukan upaya persuasi dan negosiasi dengan berbagai pihak, kealhian ini sangat dibutuhkan, agar saat  managemen membutuhkan mencapai kesepakatan.

Mempengaruhi dan meyakinkan pihak-pihak yang terkait, yang sesuai dengan kepentingan. organisasi atau perusahaan. Menempatkan posisi tawar-menawar organisasi pada tempat yang menguntungkan, namun tidak merugikan pihak-pihak tersebut

7. Social Investment

Suatu bentuk strategi investasi yang menggabungkan antara perolehan keuntungan yang sebesar-besarnya dengan kebajikan sosial. Juga membuat program-program yang bermanfaat bagi kepentingan dan kesejahteraan sosial.


Nah itu dia tugas-tugas Public Relation.

Kalian ingin tau lebih lanjut tentang jobdesc dari seorang PR ?

Terus pantengin blog mimin ya!!!


 Sindi Sagita^

Universitas Mpu Tantular

Dosen Pembimbing : Serepina Tiur Maida,S.Sos., M.Pd.,M.I.Kom






Senin, 05 April 2021

MENGENAL PR WRITING

 Hai teman - teman kembali sama mimin di blog baru, semester baru dan tema yang baru ☺

Semangat baru untuk kita semua!!

Di blog kali ini mimin bakalan sharing tentang PR WRITING atau Public Relation Writing



Menulis adalah bagian dari tugas pokok dan fungsi serta keahlian yang harus dimiliki praktisi atau staf hubungan masyarakat (Humas) atau Public Relations (PR).

Pengertian

Teknik Penulisan Humas (Public Relations Writing) adalah keterampilan menulis (writing skill) khas Humas/PR dalam menghasilkan naskah-naskah yang diperlukan untuk kepentingan pencitraan positif dan popularitas perusahaan/organisasi.

Humas atau seorang Public Relation harus terampil membuat tulisan atau naskah-naskah yang diperlukan untuk kepentingan pencitraan positif dan popularitas perusahaan atau organisasi yang dikenal dengan istilah Penulisan Humas (PR Writing).

Secara teknis, keterampilan Humas dalam hal menulis sama dengan keterampilan menulis yang dimiliki wartawan (jurnalistik).

Berkaitan dengan fungsi Hubunan Media (Media Relations/Press Relations), Humas harus menulis naskah press release (siaran pers, rilis) dan/atau advertorial berupa berita, feature, dan artikel.

Berkaitan dengan media promosi, informasi, dan komunikasi perusahaan/organisasi, Humas harus menulis naskah berita, feature, atau artikel untuk dipublikasikan di media internal (in house magazine/company magazine), newsletter, serta laporan tahunan (annual report), company profile, leaflet, booklet, brosur, dan sebagainya.

Mengapa Humas Wajib Bisa Menulis?

Karena Keterampilan menulis akan melancarkan tugas pokok dan fungsi Humas untuk menjaga hubungan baik dengan publik internal maupun publik eksternal.

Hubungan tersebut berlangsung terus menerus secara dinamis, sehingga tidak mungkin bisa dijalin hanya dengan komunikasi lisan, apalagi hanya mengandalkan face to face communications.

Saat perusahaan menjadi pusat pemberitaan media, Humas akan menjadi salah satu sumber yang dicari banyak wartawan.

Dalam situasi seperti itu, akan sangat riskan kalau hanya mengandalkan komunikasi lisan. Memberi keterangan tertulis akan lebih baik karena informasinya akan diterima sama oleh semua wartawan, sehingga tidak perlu menyampaikan informasi sama berulang-ulang. Humas pun akan memiliki alat kontrol jika ada terjadi salah kutip.

Selain wajib bisa menulis, tentu saja Humas juga wajib pandai bicara (public speaking) untuk konferensi pers, wawancara, talkshow, dan sebagainya.

Nah jadi gimana? semangat kan belajar PR Writing? biar kita bisa menyusun kalimat dengan baik lisan maupun tulisan saat menjadi Public Relation yang handal dan profesional .


Segitu dulu sharing dari mimin kali ini, next kita bahas lebih lanjut yaa!!!

See you :*


Sindi Sagita^

Universitas Mpu Tantular

Dosen Pembimbing : Serepina Tiur Maida,S.Sos., M.Pd.,M.I.Kom

CONTOH SALAH SATU MEDIA INTERNAL

 Hai sahabat mimin, setelah kemarin kita membahas tentang pengertian juga fungsi dari media internal, kali ini  mimin ditugaskan membuat sal...