Senin, 05 April 2021

MENGENAL PR WRITING

 Hai teman - teman kembali sama mimin di blog baru, semester baru dan tema yang baru ☺

Semangat baru untuk kita semua!!

Di blog kali ini mimin bakalan sharing tentang PR WRITING atau Public Relation Writing



Menulis adalah bagian dari tugas pokok dan fungsi serta keahlian yang harus dimiliki praktisi atau staf hubungan masyarakat (Humas) atau Public Relations (PR).

Pengertian

Teknik Penulisan Humas (Public Relations Writing) adalah keterampilan menulis (writing skill) khas Humas/PR dalam menghasilkan naskah-naskah yang diperlukan untuk kepentingan pencitraan positif dan popularitas perusahaan/organisasi.

Humas atau seorang Public Relation harus terampil membuat tulisan atau naskah-naskah yang diperlukan untuk kepentingan pencitraan positif dan popularitas perusahaan atau organisasi yang dikenal dengan istilah Penulisan Humas (PR Writing).

Secara teknis, keterampilan Humas dalam hal menulis sama dengan keterampilan menulis yang dimiliki wartawan (jurnalistik).

Berkaitan dengan fungsi Hubunan Media (Media Relations/Press Relations), Humas harus menulis naskah press release (siaran pers, rilis) dan/atau advertorial berupa berita, feature, dan artikel.

Berkaitan dengan media promosi, informasi, dan komunikasi perusahaan/organisasi, Humas harus menulis naskah berita, feature, atau artikel untuk dipublikasikan di media internal (in house magazine/company magazine), newsletter, serta laporan tahunan (annual report), company profile, leaflet, booklet, brosur, dan sebagainya.

Mengapa Humas Wajib Bisa Menulis?

Karena Keterampilan menulis akan melancarkan tugas pokok dan fungsi Humas untuk menjaga hubungan baik dengan publik internal maupun publik eksternal.

Hubungan tersebut berlangsung terus menerus secara dinamis, sehingga tidak mungkin bisa dijalin hanya dengan komunikasi lisan, apalagi hanya mengandalkan face to face communications.

Saat perusahaan menjadi pusat pemberitaan media, Humas akan menjadi salah satu sumber yang dicari banyak wartawan.

Dalam situasi seperti itu, akan sangat riskan kalau hanya mengandalkan komunikasi lisan. Memberi keterangan tertulis akan lebih baik karena informasinya akan diterima sama oleh semua wartawan, sehingga tidak perlu menyampaikan informasi sama berulang-ulang. Humas pun akan memiliki alat kontrol jika ada terjadi salah kutip.

Selain wajib bisa menulis, tentu saja Humas juga wajib pandai bicara (public speaking) untuk konferensi pers, wawancara, talkshow, dan sebagainya.

Nah jadi gimana? semangat kan belajar PR Writing? biar kita bisa menyusun kalimat dengan baik lisan maupun tulisan saat menjadi Public Relation yang handal dan profesional .


Segitu dulu sharing dari mimin kali ini, next kita bahas lebih lanjut yaa!!!

See you :*


Sindi Sagita^

Universitas Mpu Tantular

Dosen Pembimbing : Serepina Tiur Maida,S.Sos., M.Pd.,M.I.Kom

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

CONTOH SALAH SATU MEDIA INTERNAL

 Hai sahabat mimin, setelah kemarin kita membahas tentang pengertian juga fungsi dari media internal, kali ini  mimin ditugaskan membuat sal...